Ngobrol Bareng Pengusaha

by - Juni 28, 2012

      Jadi, sewaktu aku ikut ke tambak udang milik oengusaha rekannya bosnya mbakku yang pengusaha juga, disana aku ikut ndengerin aja apa yang disampaikan oleh pak pengusaha itu.
     Ceritanya dulu beliau juga usaha tambak di pinggir pantai itu, Pantai Somandeng, nah, dulu di tempat itu sangatlah panas dan gersang. Kemudian ditanamilah pohon cemara udang yang bibitnya diperoleh dari UGM atas kerjasama mereka. Ditanam dari ujung tempay beliau punya lahan, disirami, dirawat hingga tumbuh sampe 2 meter lebih kayaknya. Itu membutuhkan waktu bertahun-tahun.
      Pada intinya, beliau punya lahan yang luas dan dijadikan sebagai tambak dengan beberapa kolam. Nah, sisa dari lahan yang tidak beliau gunakan itu dimanfaatkan untuk yang lain. Karena sekarang pantai Indrayanti itu menjadio objek wisata yang lago booming, maka beliau berfikiran untuk membuat penginapan kecil kecilan.
1. Beliau membuat rumah jamur (menurutku). Tapi bentuknya kayak rumah Hanoi di papua, tapi itu kecil, harga sewanya satu jam 150rebong #mangap.
2. Kemudian juga membuat rumah panggung, bahannya itu dari anyaman bambu yang biasa d jumpai itu, dibikin dedemikian rupa menjadi seperti rumah panggung mini dengan 1 kamar tidur dan kamar mandi (sepertinya), dan itu kecil, dan kau tau harganya sehari berapa kalo rame? 500rebong #melongo. Itu rumah ga ada AC nya padahal --".
3. Terus, dibikanlah gazebo di dalam pagar Somandeng itu, beliau bikin mungkin ada 10. Dari kayu yang dibentuk bagus, itu kalo duduk disitu juga sewa, perjamnya kalo ga salah 35 ribu.

4. Beliau bikin juga di perbatasan dengan pantai Sundak itu, penginapan juga. Ini lebih besar, harganya sophisticated sekali. 1jutasemalam #keselek. Dan itu emang view nya dapet banget ke pantai. oooh,,,
5. Sedang dalam renovasi, adalah rumah di atas bukit, wow,, mesti apik kae. Emang. Aku sempet di ajak naik, belom jadi sih, tapi pemandangannya lebih dapet.

      Daaaaaaaaaaan masih banyak lagi yang beliau kembangkan disana. Katanya, pada awal pembentukan itu semua dimuali dari ketidak sengajaan dan ketidak (apa ya?) , ketidak ada rencanaan. Haha, bahasanya. Itu semua pada awalnya ga direncanakan, soalnya itu terjadi karena ada sesuatuk :). Nah, jadilah bisnisnya itu dua jalur, perikanan dan pariwisata. Keren kan?
      Dan satu lagi, katanya, istrinya di nun jauh sana bisnis perikanan sekaligus kuliner juga. Jual kepiting apa ya namanya? lupa, pokoknya itu katanya 1 kilo dihargai 300ribu, padahal satu kepiting aja beratnya bisa sampe 2kilo. #sesakNapas . Sehingeku sih tadi harganya segitu.
      Itu semua ternyata masih belum selesai, Masih banyak yang akan beliau lakukan. Keren, keren banget. Mungkin kalo diliat liat hanya dari oembangunan aja aku ceritanya. Hehe.
      Tadi sih di ceritain gimana kok bisa ngembangin ini itu, karena beliau membaca apa yang diinginkan turis. Seperti hal hal alami, dibuatlah gazebo dari kayu, rumah bukit dari kayu. Kemudian oarng-orang juga ingin tempat yang tenang. Hijau. dan pada intinya yang me refreskan diri.
      Keren lah pokoknya. Sampe sampe, pas diceritain, aku ga nyampe bisa kepikiran gitu. Alhamdulillah di ajarin berfikir secara futuristik :D
      Beliau keturunan cina. Dapet cerita juga, bahwa beliau itu orangnya baik. (kalo ga salah nagkep sih itu Pak A, hehe). Jadi, hasil yang beliau daoet itu udah bisa membedah rumah warga yang ga mampu jadi baggus. Dan mungkin juga santunan sabtunan gitu udah rutin di lakuin. Salut.

Sedikit pencerahan dan pembukaan wawasan
Bahwa pengusaha itu keren, dan Pengusaha itu haruslah Berusaha
Seperti kata dasar dari Pengusaha, adalah "usaha", bahwa dasar menjadi Pengusaha adalah berusaha.
Sekian, menjelang subuh, jam 2 kuarang 20 menit 

You May Also Like

0 komentar

. . . .