Hal Bodoh

by - November 26, 2012

      Pernahkan kalian melakukan hal bodoh?
     
      Bodoh. Haha. Ketika kalian mulai mengerti apa yang dinamakan cinta. Em, mungkin sebelumnya bukan itu. Rasa suka terhadap lawan jenis. Terlalu gamblang ketika kita sebut itu dengan cinta. Ketika kalian pertamakali mengalaminya, apa yang terjadi? Haha, ya ampun.. Ingat lah masa itu. Terlalu memalukan untuk diingat. Bukan. Bukan memalukan. Tapi menggelikan.
     Oke, pembahasan ini bukan hanya tentang kalian. Mungkin aku juga. Jadi, mari sebut "kita" saja. Kita. Terdengar lebih adil.
     Pernahkah kita melakukan hal memalukan. Baiklah, katakan itu menggelikan saja. Hal menggelikan yang kau lakukan untuknya? Menyapa duluan?
Ah, itu biasa, sekedar teman pun bisa saling menyapa, tanpa ada rasa. Hanya menyapa saja, dengan rasa, mungkin sudah membuat gila. Lalu, pernahkah, ya, frontal saja, pernahkah sms duluan? Semacam "hai, lagi apa nih", haaaaahaha,ijinkan aku tertawa sejenak. Oke, pernahkah kita melakukan itu? Secara pribadi aku lupa. Lebih sering bukan aku yang bertanya #eh. Ssstt.. lupakan. Lalu, pernahkan kita mencoba, menelfon duluan?
     Ah, untuk bagian ini. Aku lebih ingin tertawa lagi. Pernahkah kalian? Kalian yang perempuan, pernahkah melakukan ini? Walau mungkin sepele, tapi bagiku ini sedikit mengerikan, a, menggelikan. Bayangkan. Hanya karena punya bonus telfon ke sesama, kau beranikan diri untuk menelfonnya. kemuadian diangkat. Lalu, apa yang terjadi kala itu? Hahaha. ZONK. Semuanya sirna. Kalimat yang kau susun rapi dalam benakmu mendadak berhamburan entah kemana. Kita hanya bisa bilang "eh", "apa" atau bahka hanya tertawa bodoh "hehe". Lalu, kita akan mati kaku ketika dia bilang 
       "mau ngomong apa sih? jadi garing gini, sepi"
Itu adalah pembunuhan karakter. Mati kaku. Ga bisa mikir. Dan entah kalian, eh, kita ingat atau tidak bagaimana mengakhiri pembicaraan itu. Yang terngiang hanyalah,
       "kenapa aku melakukan ini? bodoh!"
Sungguh. Sungguh malu sekali. Setelah kita mulai dewasa. Hal ini akan membuat kita geli. Geli se geli gelinya. Menjadikannya kenangan menggelikan yang pernah kita alami sendiri. Sungguh. Memalukan memang. Tapi, anggaplah semua itu, karena kita masih dalam proses pendewasaan. Haha. Ini bukan alibi, tapi pembelaan. Wakzing!!

sekian :)

You May Also Like

0 komentar

. . . .