Keyword : Ijin

by - Desember 22, 2012

      Siluet bayangnya berkelebat dalam sudut mata. Mungkin aku hanya mengada-ada. Ketika kepadanya kumerindu, semua ilusi mulai berseteru. Memaksa lebih dulu untuk muncul dalam setiap lamunanku.
      KepadaMu, Tuhan, semua bukan menjadi rahasia. Bahkan sebelum kubeberkan semua padaMu, Engkau pun mengetahuinya lebih dulu. Karena memang Enggau yang membuatnya begitu. KepadaMu hanya ingin kuceritakan. Mencocokkan dengan apa yang Engkau gariskan dan apa yang aku alami. Semua pasti sama. Ijinkan aku selalu meracau kepadaMu pada satiap rindu yang merayu. Hanya kepadaMu kubisa menyatu tentang rasa yang menghampiri. Mengganggukah? ..
      Ijinkan agar rasa kepadanya dapat kupertahankan. Ijinkan aku untuk tetap bisa membawa bayangnya dalam lamunku. Tersesat dalam labirin rasaku tak mengijinkanmu menemukan jalan keluar darisana. Ijinkan aku selalu menyebut namanya kepada rasa yang membuncah. Hanya kepadanya kuingin. Ijinkan aku barang sedetik saja menemukan letak bahagia yang mengena. Menjamur dalam kenangan membahagiakan. Ijinkan aku mengetuk rasanya.. Setidaknya dibukalah pintu untukku melihat kesederhanaan yang kuperkenalkan.   Berharap diperkenankan singgah, mungkin untuk selamanya. Kuharap permohonanku tidak begitu keterlaluan untuk engkau kabulkan Tuhan.. setidaknya itu harapku..
      Kali ini, hanya ingin ijinMu untuk menyimpannya dalam rindu, menyembunyikannya dalam sajak, menjaganya denga memohon kepadaMu.



Tantangan dari @akhiharuni, pengen dibuat beda dari tantangan sebelumnya.. :)
maap yea kalo jelek, kayaknya mood lagi kritis, tapi pengen nyoba :D

Gambar diambil dari sini

You May Also Like

0 komentar

. . . .