Iri iya, tapi tidak..

by - Januari 17, 2013

      Waktu berlanjut konstan. Bumi mengitari sebagaimana mestinya. Matahari menyinari seperti sedia kala tanpa memilih untuk siapa. Siang dan malam melengkapi setiap pergantian. Dua keadaan dengan kolaborasi yang sempurna, walau mereka tak pernah sama sekali bersama. Namun, pertemuan diantara pergantian mereka begitu indah. Terciptanya senja. Memancarkan semburat keemasan berpadu dengan biru langit yang menawan. Sungguh, keindahan senja mampu melarutkan segala rasa.
      Begitu juga waktu yang melaju secara konstan dalam hidupku. Detik, menit, jam, hari, bulan, tahun semua kujalani dengan teratur. Disetiap detik, banyak hal yang dapat kupikirkan. Disetiap menik, banyak hal yang dapat kuinginkan. Disetiap hari banyak hal yang kuperhatikan. Namun, disetiap pergantian itu, tak dapat semua yang kupikir dan kuingini terlaksana. Akulah manusia biasa dengan segala keterbatasan. Akulah manusia biasa dengan kegiatan terbatas yang dapat kulakukan. Nyatanya aku belum bisa melakukan banyak hal dari setiap pergantian waktu itu, tidak semuanya.
      Kalau ditelisik, akhir-akhir ini aku mengamati beberapa gerik orang lain memanfaatkan waktunya untuk 'bersenang-senang'. Menikmati waktu dengan mengunjungi tempat baru. Menemukan pengalaman baru. Menemukan kesan baru. Bahkan bisa jadi menamukan semangat baru. Iri memang aku mengetahuinya. Ketika semuanya juga mempunyai kesibukan masing-masing, tapi ada waktu dimana bisa melakukan hal baru. Karena disini, aku, sedang susah untuk mencari waktu untuk 'bersenang-senang'. Memang apa yang kulakukan saat ini juga menyenangkan. Namun, ada banyak hal lain yang ingin kulakukan. Seperti kalian. Seperti mereka.
      Tapi, aku yakin. Setelah hal ini selesai. Aku yakin pasti suatu saat nanti akan ada kesempatan untukku melakukan hal yang sama bahkan lebih dari kalian, lebih dari mereka. Bahkan diberi kesempatan untuk menjalani apa yang aku inginkan. Semua hanya tentang waktu.
      Sempat mengada-ada dengan imaginasiku sendiri, bahwa akan tiba saatnya aku melakukan yang diinginkan bersamanya. Berkelana kesana-kemari melihat dan merasakan hal yang baru. Sepasang yang haus akan petualangan. Sungguh luar biasa sekali kesempatan yang diberikan itu.
      Tetaplah positive thinking. Semua pasti ada waktunya. Ketika iri melihat kalian, melihat mereka, yakinkanlah pada diri bahwa ini hanya soal waktu. Aku pasti juga bisa melakukannya, tapi tidak sekarang, pasti ada lain waktu. Tulislah dulu tujuan yang diinginkan, bawalah tujuan itu dalam doa(ku). Insyaallah pasti dikabulkan. Allah itu sesuai dengan prasangka hambanya.

Yogyakarta yang basah, dengan gemuruh semesta yang menggelegar, dan sedikit keirian.

You May Also Like

4 komentar

  1. iri nek mung iri thok pada baen, mending iri-ngke langite ben rejekine do gogrok neng kowe kabeh

    BalasHapus
    Balasan
    1. eh mas orion, long time no see :D...
      iringke langite maksute? emmm,, aku rada ra maksud mas >.<
      maksud dengan di iringke langite ben rejekine gogrog??

      Hapus
  2. ha iyo nek pengen keturutan karepe ki dongane diokehi, usahane ditambah ben langite njomplang njuk rejekine do gogrok neng awakmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. nggih pak,, :D
      oooh, itu macam perumpamaan toh,, :D

      Hapus

. . . .