Kepada diriku :

by - Januari 06, 2013

      Dingin yang memeluk. Petang terasa beku. Hembusan nafas tak sehangat lalu. Bergidik dilalui udara menyapu. Menggigil sementara. Penghangat, dimanakah dirimu? Ah, kamu terlalu jauh kali ini. Aku butuh pelukanmu. Aku butuh perlindunganmu. Mari kuraih sejenak. Kita bermadu menghangatkan diri. Tunggu,
      Nafas panjang kuhirup perlahan. Ada sesak yang menahan pergerakan. Dalam dada seolah saluran perdafasan ini menyempit. Sakit. Menyempit dan terhimpit. Kamu kenapa?? Sebentar,,
      Lebih panjang kuraih dingginnya udara, mencarikan rongga lebar untuknya masuk, nyatanya, semakin dalam semakin sesak. Sakit. Bersahabatlah denganku selamanya. Harus bagaimana aku padamu agar kita sama-sama merasakan kenyamanan? Katakan...

You May Also Like

0 komentar

. . . .