Nenek, rindu..

by - April 13, 2013


     Setiap kali melihat nenek -siapapun itu- aku selalu menahan penglihatan ini tak kabur karena air mata yang menggenang. Terlebih ketika melihat beberapa diantara mereka masih membanting tulang guna sesuap nasi untuk hari ini atau hari depan.
     Pernah, kujumpai salah seorang di kawasan 0km. Beliau sudah tak bergigi. Jalannya sedikit terbata, terlihat dari kaki kanannya yang beda. Menjajakan salak yang katanya manis kepada siapapun yang Beliau temui. Sepuluhribu untuk satu plastik berisi entah berapa salak. Terlihat mengembun diantara plastik yang tak tertempel oleh badan buah. Sepintas, aku tak ingin membelinya. Untuk apa? Rupiah juga kala itu sangat kubutuhkan. Kalau sampai dirumah, siapa juga yang akan memakannya? Iya, barusan itu yang ada di benakku.
     Namun, ketika aku sudah beberapa langkah meninggalkannya, kumelihatnya penuh iba. Rasa ini kemudian sakit. Sesak rasanya melihat beliau masih berusaha menjajakan kepada orang-orang yang masih ada di sana. Terpikir kenapa tadi tidak membeli saja. Kalau orang rumah tak mau, bukankah aku masih banyak teman? Teman latihan? Teman kuliah? Kenapa aku tak berpikiran sampai kesitu?
    Sebenarnya kala itu aku ingin kembali. Namun, lampu hijau sudah menerangi. Aku di depan, kalau aku pergi, bagaimana amarah para pengendara di belakangku? Seharusnya bukan ini yang kulakukan. Sungguh aku menyesal. Benar meninggalkan sembari meminta maaf sebesar-besarnya dan memohon ampun padaMu, Tuhan.
     Sembab kemudian. Tak dapat kuberkata apa-apa. Sesal yang ada. Kemudian aku ingat nenekku. Nenek yang paling dekat denganku. Nenek yang pernah membelikanku anting panjang berbentuk lonceng di ujungnya. Nenek yang pernah membelikanku sepatu Loggo berwarna hitam yang juga Beliau menyuruhku tak memberitahukan pada saudara yang lain. Nenek yang menghangatkan aku ketika aku datang dengan basah kuyup.
    Mbok, aku merindukanmu. Sungguh. Aku kangen.. Kepergianmu sungguh tak terduga. Aku kangen banget sekarang.
    Mbok, akan selalu kudoakan dirimu disana. Bersama mbah kakung, dan mba Era. Berharap kalian akan semakin bahagia dan baik-baik saja disana.

You May Also Like

0 komentar

. . . .