Cerita sebelum tidur, yang selalu gagal tadi malam.

by - September 24, 2013

     Malam tadi, malam senin, dan aku menulis ini di selasa buta. Kami, (aku dan ketiga kawanku) ngerjain tugas di rumahnya Ipeh. Jadi ceritanya kami menginap, karena kudu lembur demi sebuah progress tugas Stop Motion dengan durasi 5 menit. Urat kali bapaknya ini. 
     Sebelumnya mau njabarin dulu gimana perjuangan hidup selama sejak jumat malam hingga senin siang. Begitulah nanti kronologis yang akan kuceritakan. Jadi sebenarnya jumat-senin adalah Training Center sama keluarga marching di kampus. Padahal tugas itu dipresentasikan senin pagi. Otomatis aku keteteran banget buat ngerjain itu, maksudnya, ga ada waktu lebihku buat ngumpul sama temen-temen ngerjainnya. Kemudian, dengan segala daya dan upaya untuk mengemis ijin dari pelatih, akhirnya aku diijinkan hari minggunya untuk mengerjakan. Sempit kali waktunya, cuma dari habis dzuhur sampe habis ashar.
"kak mau ijin ya sore, mau ngerjain tugas kelompok"
 "sampe jam berapa?"
"Ya sampe seselesainya, boleh?"
"wah mati kita, bass nya habis dong nanti, tinggal tiga"
   
Ya begitulah sepenggal bagaimana aku mengemis ijin. Pada akhirnya dikasih ijin di jam yang sudah kusebutkan tadi. Kemudian berlatih sampe malem, jam 8. Makin panik gegara aku bilang ke Ipeh kalo mau nyusul habis maghrib. Walhasil kedatanganku diundur. Kemudian memutuskan menginap saja untuk lembur. Jam 9 baru clear latian. Dan sebenarnya masih ada kumpul2 per divisi juga. Apalah daya aku harus ijin. Kemudian pulang ke Bantul. Di rumah ga ada orang. Semua pergi nganter ponakan ke Cikampek. Harusnya, maghrib itu aku pulang untuk ketemu terakhir kalinya sama si Poni, apalah daya kembali aku ga bisa keluar dari latian. Ada yang bilang
"Tenang mbak, suatu saat kamu pasti mendapat kebahagiaan dari apa yang kamu korbankan" - ya, kuharap demikian.
     Lepas tu, sampe rumah jam 9 lebih dikit. Keluarin bawaan dari TC, masukin perlengkapan baru buat lembur. Mandi. Ga makan. Kemudian langsung menuju Jalan Magelang km 11. Hey, betapa fisikku ini benar2 diuji. Sampai di TKP jam 10 malem, dari rumah berangkat jam 9.20 malem. Ya, 40 menit adalah waktu yang kuusahakan secepatnya. Kemudian kami mengerjakan hingga larut. Pasang gambar, take foto, rendering. Semua berkesinamungan hingga berakhir jam 4.30 pagi. Pertama, Ipeh yang tidur, sekitar jam set.1 kemudian banun entah jam berapa kemudian melanjutkan pekerjaan. Jam 3 Reta tidur, bangun sampe sebelum subuh, karena dia di jemput sam segtu. Otomtis sisanya aku dan farid, aku nge-render dan farid nonton film, urat kali,  tapi tep pada ngelanjutin kerjaannya sampe pada akhirnya kami berdua yang belum tidur ini menyerah jam 04.30.
     Nah, di sela sela mengerjakan itu, sebenernya aku juga rada-rada tidur gitu. Tapi ga pernah bisa yang lepas. Setiap kali tidur, reflek saja isi kepala ini memproses sebuah cerita. Entah siapapun tokohnya yang sedang terlintas di kepala ini, cerita berlanjut begitu saja. Biasanya, aku akan terlena dengan cerita buatanku sendiri, kemudian kesadaranku mulai melayang. Namun malam kemaren semua cerita yang kubangun gagal. Tau kenapa? Pertama, entahlah, kemaren bayang yang berkelebat bukan orang-orang yang ada di sampingku malam itu. Kedua, kawan kawan yang masih terjaga itu tetap mengobrol untuk menghilangkan rasa kantuk. Ketiga, terkadang suara mereka menyelinap memasuki alur ceritaku. Jadi kesimpulannya, ketika misal aku sedang membuat cerita bersama anak marching itu, tiba tiba ada suara Ipeh dan Farid yang lagi ngobrol. Kan aku kemudian bertanya-tanya, kenapa di marching ini mendadak ada Farid dan Ipeh? Kemudian otak ini bekerja sangat cepat kemudian menggagalkanku untuk bermimpi karena suara nyata mereka mengalahkan dunia yang semu ini. Hal itu terjadi berulang ketika aku mencoba untuk tertidur. 
     Terlebih ketika aku sudah di puncak kengantukan, setengah 5 mencoba untuk lelap. Kemudian beberapa kali terbangun lagi karena suara farid berulang kali menelusup imaginasi. Dan ya, awalan mimpi itu bubar. Bisa dengan benar melanjutkan cerita hingga hilang kesadaran ketika farid benar-benar tidur dan ceritaku ini berlanjut hingga aku tertidur. Dan Ipeh Rete terjaga untuk melanjutkan take foto *sepertinya*
     Begitulah aku ketika ingin tidur, kemudian setelah latihan 3 hari berturut-turut dan tidak tidur itu, membuatku..Limbung.

You May Also Like

2 komentar

. . . .