Dua hari

by - Oktober 04, 2013

      Ketika terbangun, Elit tergolek di atas ranjang sambil mengaduh. Sempat dia berfikir apa yang sedang terjadi, apa yang sedang  dialaminya, dan apa yang sedang dilakukannya di tempat itu. Kenapa saat itu juga kepalanya begitu sakit. Seperti ada yang membus kulit kepalanya, dan kemudian menariknya perlahan. Menarik dan menarik. Mengaduh dan mengaduh. Beberapa kali ada suara yang menahannya untuk mengaduh. Tak diindahkan sedikitpun. Kepalanya dijahit.
"namanya siapa mas?"
Elit terdiam
"rumahnya dimana mas?"
Elit terdiam
     Matanya lemah. Nafasnya pasrah. Elit tidak dapat mengingat apapun. Bahkan namanya sendiri. Elit tidak mengetahui dimana dirinya sekarang, dan apa yang terjadi. Dan didepan matanya, Fira. Sosok yang sejatinya turut dalam tragedi kecelakaan enam jam sebelum kesadaran Elit. Duduk dengan mata memerah dan bulir air mata yang telah menapakkan jejak panjangnya menembus pipi. Kedua tangannya mengisi ruang dalam jemari Elit. Berharap Elit selamat seperti dirinya. Namun, pada akhirnya, Elit lupa akan segala. Bulir air mata Fira semakin membanjir. Hening. 
     Dilepasnya genggaman. Berjalan tertatih kebelakang sembari sesenggukan. Menghilang dari pandangan, menyembuhnyikan kesedihan mendalam. Elit, terpaku kebingungan. Masih saja berfikir dalam benak, apa yang sedang terjadi.
      Dan, Elit tak sengaja melupakan semuanya. Tuhan. Hikmah apa yang akan engkau berikan kepadaku atas semua yang terjadi ini? Maafkan hamba yang lancang menyalahkanmu. Hamba hanya, menanyakan hal yang sejatinya akan terjawab sesuai berjalannya waktu. Hamba sedih Tuhan. Hamba, sudah tidak ada lagi di dalam kepalanya, Hamba sudah tidak ada lagi di dalam hatinya. Hamba hilang darinya.
      Seharusnya, dua hari lagi Elit berjanji akan menanyakan sesuatu. Sesuatu yang hanya terjawab dengan satu kata "iya" oleh Fira.
"kamu suka aku Fir?"
      Dan hal itu tidak akan terlontar. Semuanya selesai. Jika semua harus dilanjutkan, dua hari yang seharusnya akan berlangsung begitu lama. Lama sekali. Fira, akan bertahan.

*ngawur banget ini ceritanya, diksinya, ahhh*
 
 

 
 

You May Also Like

2 komentar

. . . .