Krisis Kepercayaan

by - Juni 02, 2014

      Pernahkan kamu dipercaya seseorang? Dipercaya atas dasar kemampuan, pengalaman atau hanya sekedar kemantapan hati kepadamu?
"Ya, aku pernah
      Kemudian apa selanjutnya? Apakah orang tersebut masih memegang rasa percaya kepadamu? Apakah orang tersebut menerima segala tindak tandukmu yang rasional kemudian kamu diberikan sedikit penghargaan?
"Iya pernah
       Pada suatu waktu, pernahkan kepercayaan itu luntur bukan karena apa yang kamu lakukan? Kepercayaan itu luntur karena entah kamu juga tidak tahu kenapa?
"Iya pernah, memang kenapa sedari tadi kau bertanya?

      Sama. Aku juga pernah dipercaya dan mempercayai seseorang.
      Pertama, aku mempercayai seseorang karena janjinya. Karena kekuatan kata-katanya, kemudian semua itu kugenggam erat sehingga aku berani untuk melangkah lebih jauh bersamanya. Aku percaya padanya. Aku percaya bahwa kami akan bisa memegang kepercayaan untuk melewati rintangan yang ada. Namun kemudian apa? Kekata yang kuat itu hancur. Aku goyah. Aku ambruk. Terjatuh dari sesuatu yang membuatku kuat itu menyakitkan. Kemudian, kepercayaanku pun...pudar.
      Kedua, aku dipercayai seseorang karena entahlah, katanya karena kebisaanku. Karena bujuk rayunya dan binar mata dan kekuatan mimik mukanya, ada perasaan menerima kepercayaan itu. Kemudian, semua berangsur. Lalu, percayakah bahwa ternyata, semua yang terjadi di depan adalah...dusta? Aku merasakan adanya dusta. Kepercayaan itu hilang seiring dengan perubahan kekata dan mimik mukanya. Berubah menjadi cacian dan cemoohan. Heran.
     Sekarang, apa, siapa, dan bagaimana yang harus kupercaya?
"Mungkin, kamu perlu seseorang, mintalah pada-Nya..
     :)
 

You May Also Like

0 komentar

. . . .